Di Balik Vespa Tuhan Bersemayam
Gimbal duduk di teras rumah. Seberkas sinar matahari dari timur menerobos dedaunan, menimpa wajahnya. Sebagian cahaya berbaur dengan kepul asap kopi
Di Balik Vespa Tuhan Bersemayam Read More »
Gimbal duduk di teras rumah. Seberkas sinar matahari dari timur menerobos dedaunan, menimpa wajahnya. Sebagian cahaya berbaur dengan kepul asap kopi
Di Balik Vespa Tuhan Bersemayam Read More »
“Ceritakan” tegas terapis dengan alis kiri terangkat ke atas, “kejadian apa yang memantik emosi paling kuat?”
Pecah Gelas, Berhenti di Aku Read More »
“Ma, kayake (sepertinya) tahun ini aku nggak bisa ngasih ampo (angpao) ke semua saudara,” ujar Lan, putri bungsu Bu Tanjung.
Dengan langkah gontai dan terkayuh-kayuh, Salamah melanjutkan perjalanan menelusri aspal berlubang. Beberapa kali ia berhenti, menarik napas panjang.
Perempuan yang Digigit Ular Read More »
Sore itu Brodin kedatangan tamu istimewa: Ustadz Zainal. Masalahnya, Ustadz ini sudah meninggal tiga hari yang lalu.
Sudah mulai aku kenal liuk jalan di pasar Turi
Medan baru yang aku kenali semakin nyata
Meskipun ada rasa aneh setiap bangun pagi
Gelap malam telah berakhir pada saat dini
Kumandangnya dikirim angin sayup-sayup
Matahari terbit pertama aku lihat di sini
Seorang sais tak pernah lupa memasang sepatu kuda
Larinya kencang berderak-derak
Aku tak dapat bertanya, dimana aku berada?
Hidup tak damai sudah dimulai sejak pagi
Harus dilalui sekalipun tak ada rela
Aku bisa tahan tidak makan berhari-hari
Kali ini tak tahan, gigi sedang memalu kepala
Ringkik turangga mengepung telinga, menyisakan tanya tentang layu rerumputan di tepian roda kereta pasukan berkuda…
Bunyi sirine berhamburan, menyeruak, menyaput malam membangunkan hening…