Mee, Namaku (29)
Mee, Namaku (28)
Mee, Namaku (27)
Mee, Namaku (26)
Mee, Namaku (25)

Matahari melintas ke barat semakin menepi
Menggelincir pada langit biru dan menyusup pada awan
Pada akhirnya aku tidak bisa menutupi

//
16 Juni 2025

Kami memang berbeda, aku totok dia baba
Katanya cinta tak mengenal perbedaan
Katanya cinta melintasi batas-batas yang ada
Tapi kenyataan selalu lebih kuat untuk memisahkan

//
9 Juni 2025

Senyum di warung sate itu seperti ombak di laut,
Membuat aku merasa betapa rapuh dan lemah,
Apakah begini rasanya jiwa dan hati tertaut,
Tidak bisa melawan, hanya bisa menyerah.

//
2 Juni 2025

Waktu berputar membuat batas
Pada saatnya pintu akan ditutup
Sudah tak ada orang berkerumun di teras
Semua duduk di kursi menatap layar bioskop

//
26 Mei 2025

Kalau malam semakin redup
Di dalam kamar tak bisa tidur aku merenung
Apakah harus kuterima menjadi jalan hidup
Di dalam toko tubuh dan pikiran terkurung

//
19 Mei 2025

Budaya

  • All Posts
  • Budaya
Load More

End of Content.

Sastra

  • All Posts
  • Sastra
Pulang

20 April 2025

Malam ini, aku sudah berjanji akan pulang bertemu dengan ibu. Malam menjelang Minggu Palem. Ibu selalu mengharapkan anak-anaknya pulang, dan...

Buah Hati

19 April 2025

Ratap tangis tak akan mengubah apa pun. Lastri harus bangkit. Bukan untuk diri sendiri tapi lebih untuk dua buah hati...

Load More

End of Content.