Perginya Sang Pendamai
Kemarin, kabar duka menyemai bumi…
Tentang Kau yang selalu ramah, mengumbar senyum dan melambaikan tangan menyapa
manusia tanpa sekat hingga Tuhan memanggilmu pulang di usia 88 tahun…
Perginya Sang Pendamai Read More »
Kemarin, kabar duka menyemai bumi…
Tentang Kau yang selalu ramah, mengumbar senyum dan melambaikan tangan menyapa
manusia tanpa sekat hingga Tuhan memanggilmu pulang di usia 88 tahun…
Perginya Sang Pendamai Read More »
Lihatlah diriku yang tumbuh menjadi remaja matang
Tumbuh pada jalan yang senantiasa dikepung badai
Tak ada angin tenang menerbangkan layang-layang
Malam ini, aku sudah berjanji akan pulang bertemu dengan ibu. Malam menjelang Minggu Palem. Ibu selalu mengharapkan anak-anaknya pulang, dan berkupul saat mendekati Tri Hari Suci Paskah.
Ratap tangis tak akan mengubah apa pun. Lastri harus bangkit. Bukan untuk diri sendiri tapi lebih untuk dua buah hati yang masih kecil.
Aku sudah umur sepuluh
Aku tak kenal Indonesia
Aku belum mendapat suluh
Apalagi mengenal bahasa
“Mbak, sampeyan mau cuci baju?” tanya Bu Broto, pemilik toko sebelah rumah Lastri, sewaktu perempuan pendiam itu datang untuk membeli gas elpiji tiga kilo gram.
Aku mengingat pertama kali kau berkunjung ke rumahku. Saat itu kau datang hampir tengah malam dengan motor matik biru yang tampak tidak terurus.
Satu Pagi di Tepi Kali Read More »
sudah kukatakan aku bukan anak bodoh
pandai pula dalam mengarang
meski menghadapi berhitung aku tergopoh
nasibku di sekolah juga malang
katanya aku suka berlari
jalanan diguyur terik matahari
aku sekolah sudah beratus hari
pergi pulang aku sendiri
Setelah memutar kursi roda, kuambil sebatang rokok, kunyalakan, dan mengisabnya. Mataku masih tertatap pada gedung-gedung tinggi yang berjajar rapi dibelah oleh jalan-jalan yang nyenyat.
Dua Kisah Hari Raya Read More »