kalaulah rambut sudah dikepang empat
lebih lucu dikasih poni
kalau kemudian udara gerah menyengat
kita butuh angin sepoi
ketika matahari baru terbit
aku sudah bangun dan masuk kamar mandi
aku tak mau tak mau sekolah terlambat
agar aku tak menjadi anak pandai
pandai dalam bahasa
mengerti setiap kata Tionghoa
“Hanya ada satu kata: Lawan!”
Larik penutup dalam puisi berjudul “Peringatan” karya Wiji Thukul, masih terus menggelegar hingga kini. Pada setiap aksi masa, larik puisi di bait terakhir tersebut, selalu disuarakan dengan lantang dan penuh semangat oleh para aktivis.
sekalipun aku tak punya masa depan
aku bukan anak yang bodoh
aku masih punya harapan
suatu saat nanti bisa menjadi tokoh
Setiap malam, aku mendengar tangis begitu khusyuk dari sudut kamarku yang sempit. Tangis yang dirajut dengan doa-doa dan wirid panjang. Doa Ibu untukku.
Budaya
- All Posts
- Budaya
SM Ardan, dengan nama lahir Sahmardan adalah bekas murid Taman Madya, setingkat SMA di Perguruan Taman Siswa, Jakarta.
Sang Saka Merah Putih, berkibar indah di langit biru Nusantara. Kibarannya pada 17 Agustus 79 tahun silam, menjadi tonggak sejarah...
Buku "Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang" karya Luis Sepulveda, adalah salah satu kisah sederhana namun sarat nilai...
Kaki Gunung Semeru pada sisi Selatan, ada satu desa bernama Desa Pronojiwo (nama ini sekaligus menjadi nama Kecamatan).
Ratna Indraswari Ibrahim, lahir di Malang, pada 24 April 1949. Dia sempat menikmati bangku kuliah di Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan...
Tujuh gadis anggota Pasukan Estri Mangkunegaran, dengan penuh khidmat menampilkan tarian di tengah tamu undangan yang memadati Istana Mangkunegaran.
Sastra
- All Posts
- Sastra
hujan menderas airnya tempias ke teras tidak menghalangi para pekerja keras rumah dan toko-toko dihias
lebam, lecet, berdarah dan membiru kalau aku berkaca hilang paras ayu mereka tak menunjukkan wajah haru sehari-hari aku menjadi anak...
Januari telah tiba Menggelinding seperti roda Yang habis melindas tai kucing Di jalanan tipu menipu bau kencing
Apa salahku? Karena aku lahir perempuan? Karena Papa totok? Karena tradisi? Karena aku tidak akan Jadi pewaris? Aku anak-anak Anak...
Myrna berhenti sebentar memandangi anak-anak bermain di bantaran Sungai Tendean. Mereka berusaha memancing sesuatu. Myrna mengeluarkan kamera analog Olympus berwarna...
Angin Januari telah sampai Di ubun-ubun kota Menuangkan keruh hujan Mengabarkan amis harapan
