Lihatlah diriku yang tumbuh menjadi remaja matang
Tumbuh pada jalan yang senantiasa dikepung badai
Tak ada angin tenang menerbangkan layang-layang
Malam ini, aku sudah berjanji akan pulang bertemu dengan ibu. Malam menjelang Minggu Palem. Ibu selalu mengharapkan anak-anaknya pulang, dan berkupul saat mendekati Tri Hari Suci Paskah.
Ratap tangis tak akan mengubah apa pun. Lastri harus bangkit. Bukan untuk diri sendiri tapi lebih untuk dua buah hati yang masih kecil.
Aku sudah umur sepuluh
Aku tak kenal Indonesia
Aku belum mendapat suluh
Apalagi mengenal bahasa
“Mbak, sampeyan mau cuci baju?” tanya Bu Broto, pemilik toko sebelah rumah Lastri, sewaktu perempuan pendiam itu datang untuk membeli gas elpiji tiga kilo gram.
Budaya
- All Posts
- Budaya
Masyarakat diajak berperan aktif memperkaya kosakata Bahasa Indonesia, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Memoar ini ditulis Daoed Joesoef. Pertama kali terbit pada 2003 saat usianya menginjak 77 tahun. Daoed bukan sekadar penulis, ia...
Karl Marx, kelahiran Trier, Jerman pada 5 Mei 1818. Trier, kota tertua di Jerman, terletak di ujung Lembah Mosel dekat...
Membaca buku-buku karangan Deepak Chopra, kita akan selalu tertantang untuk memahami dan menyelami makna hidup yang lebih dalam.
Jangan biarkan teknologi AI merebut versi terbaik kita sebagai penulis. Kalau kejadiannya seperti itu, maka penulis seperti apa kita ini?
Ketika proses transisi sosial, budaya belum selesai, maka terjadi kecenderungan munculnya "manusia perbatasan" yang hidup dalam dua dunia: satu sisi...
Sastra
- All Posts
- Sastra
kemudian aku tahu setiap perjalanan kereta menuju stasiun punya jadwal keberangkatan, kecepatannya diatur setiap hidup punya tujuan yang ditempuh bertahun-tahun...
kalaulah rambut sudah dikepang empat lebih lucu dikasih poni kalau kemudian udara gerah menyengat kita butuh angin sepoi
ketika matahari baru terbit aku sudah bangun dan masuk kamar mandi aku tak mau tak mau sekolah terlambat agar aku...
sekalipun aku tak punya masa depan aku bukan anak yang bodoh aku masih punya harapan suatu saat nanti bisa menjadi...
Setiap malam, aku mendengar tangis begitu khusyuk dari sudut kamarku yang sempit. Tangis yang dirajut dengan doa-doa dan wirid panjang....
aku memberanikan diri sebelum sore mengganti hari bilang kepada Pak De menitipkan hidupku pada Pak De sampai aku nanti jadi...
