Mee, Namaku (21)
Pulang
Buah Hati
Mee, Namaku (20)
Mesin Cuci

Lihatlah diriku yang tumbuh menjadi remaja matang
Tumbuh pada jalan yang senantiasa dikepung badai
Tak ada angin tenang menerbangkan layang-layang

//
21 April 2025

Malam ini, aku sudah berjanji akan pulang bertemu dengan ibu. Malam menjelang Minggu Palem. Ibu selalu mengharapkan anak-anaknya pulang, dan berkupul saat mendekati Tri Hari Suci Paskah.

//
20 April 2025

Ratap tangis tak akan mengubah apa pun. Lastri harus bangkit. Bukan untuk diri sendiri tapi lebih untuk dua buah hati yang masih kecil.

//
19 April 2025

Aku sudah umur sepuluh
Aku tak kenal Indonesia
Aku belum mendapat suluh
Apalagi mengenal bahasa

//
14 April 2025

“Mbak, sampeyan mau cuci baju?” tanya Bu Broto, pemilik toko sebelah rumah Lastri, sewaktu perempuan pendiam itu datang untuk membeli gas elpiji tiga kilo gram.

//
11 April 2025

Budaya

  • All Posts
  • Budaya
Omon dan Imin

13 September 2024

Jangan biarkan teknologi AI merebut versi terbaik kita sebagai penulis. Kalau kejadiannya seperti itu, maka penulis seperti apa kita ini?

Load More

End of Content.

Sastra

  • All Posts
  • Sastra
Mee, Namaku (17)

17 Maret 2025

kemudian aku tahu setiap perjalanan kereta menuju stasiun punya jadwal keberangkatan, kecepatannya diatur setiap hidup punya tujuan yang ditempuh bertahun-tahun...

Load More

End of Content.