Dengarkanlah setiap pesan dari pepatah:
Apapun yang kamu kerjakan pasti ada hasil
Tak selalu datang berlimpah-limpah
Kadang besar, kadang kecil
Prahara sudah mulai menyurut
Sekalipun ketegangan masih dirasa di sana-sini
Kehidupan kami mulai berdenyut
Memulai lagi membuka toko yang terlanjur terbengkalai
Aku diburu satpam, juga orang-orang yang kurang kerjaan. Mereka diupah majikanku, aku bakal dihabisi bisa jadi disuntik mati, karena aku dianggap gila
Kata Kartini habis gelap terbitlah terang
Apakah akan terjadi padaku dalam mengarungi hidup
Sementara sekarang jalanku masih remang
Belum tahu masa depan akan terbuka apa tertutup
Kemarin, kabar duka menyemai bumi…
Tentang Kau yang selalu ramah, mengumbar senyum dan melambaikan tangan menyapa
manusia tanpa sekat hingga Tuhan memanggilmu pulang di usia 88 tahun…
Budaya
- All Posts
- Budaya
Pemerintah baru telah dilantik. Sebagai warga negara, aku menaruh harapan akan masa depan bangsa yang lebih baik. Maka aku mengikuti...
Khazanah kebudayaan Jawa menyodorkan perspektif yang kaya dan beragam dalam memahami sebuah kepemimpinan. Kita sangat familiar dengan istilah manunggaling kawula...
Jari-jari mungil Habibi (11) mencoba menekan papan ketik yang ada di hadapannya. Dia dengan riang mencoba menekan setiap huruf yang...
Ikatan pertemanan antara Marx dengan Engels diawali sejak kali pertama mereka berjumpa. Tidak selalu berjumpa, namun dalam alur kerja nyata...
Tangan berlekapan dengan tangan dan mata berlena dengan mata; demikian bermula rekaman kisah hati kita.
Pangan atau kuliner, tak hanya terkait dengan kelezatan rasa di lidah serta isi perut. Keberadaan pangan dengan berbagai keberagamannya, ternyata...
Sastra
- All Posts
- Sastra
Aku sudah umur sepuluh Aku tak kenal Indonesia Aku belum mendapat suluh Apalagi mengenal bahasa
"Mbak, sampeyan mau cuci baju?" tanya Bu Broto, pemilik toko sebelah rumah Lastri, sewaktu perempuan pendiam itu datang untuk membeli...
Aku mengingat pertama kali kau berkunjung ke rumahku. Saat itu kau datang hampir tengah malam dengan motor matik biru yang...
sudah kukatakan aku bukan anak bodoh pandai pula dalam mengarang meski menghadapi berhitung aku tergopoh nasibku di sekolah juga malang
katanya aku suka berlari jalanan diguyur terik matahari aku sekolah sudah beratus hari pergi pulang aku sendiri
Setelah memutar kursi roda, kuambil sebatang rokok, kunyalakan, dan mengisabnya. Mataku masih tertatap pada gedung-gedung tinggi yang berjajar rapi dibelah...
