Bang
Lagi-lagi aku melihat lelaki berusia empat puluh an itu datang tergopoh-gopoh heboh. Tas ransel di punggungnya dilepas dan diletakkan di kursi dengan kasar.
Lagi-lagi aku melihat lelaki berusia empat puluh an itu datang tergopoh-gopoh heboh. Tas ransel di punggungnya dilepas dan diletakkan di kursi dengan kasar.
“Aku selesai,” ujar Wanto suatu sore. Kalimat itu meluncur dengan tajam. Menusuk jantung Lisa dan juga Wanto, tanpa bisa ditahan. Hari itu, tiba-tiba saja Wanto menerima kabar bahwa ia dan seluruh teman-temannya kena PHK.
Ada gula ada semut. Peribahasa lama yang sudah umum kita tahu maknanya. Bagaimana kalau gula itu bernama budaya?
Semut-Semut Budaya Read More »
Aku pernah mencintai pagi hari
karena pagi menghadirkan perjumpaan
Aku pernah mengagungkan siang
Karena siang memberikan kehangatan
Namanya Warti Cahyani, wartawan koran K, sebuah koran terbesar di negeri Indo. Di usianya yang masih 25 tahun, ia sudah dikenal sebagai wartawan dengan tulisan-tulisan yang sering memenangi kejuaraan. Sayangnya, itu semua membuat Warti bosan.
Warti Sang Wartawan Read More »