
Fajar belum menyingsing
Azan Subuh baru usai
Mimpi tersekat
Pada ranting asa
Alurnya tinggalkan juta harap
Daru beranjak
Antara boneka berkarakter
Mainan plastik beragam rupa
Diletakkan di kanan, kiri sepeda roda tiga
Senyum mengembang
Mendongak menatap langit
Hati mengiba
Sepincuk rezeki didapat hari ini
Kemarin, sehari bumi basah
Tak seorang pun mampir ke lapak
Wajah Daru lesu
Semalam perut hanya terisi mie sebungkus
Hidup memang keras
Sekeras nasib yang dijalani
Tak ada wadah mengaduh
Sisa seorang saudara
Tapi serasa sebatang kara
Nelangsa
Daru dipaksa bertahan
Dibalut tekat
Semangat
Mengais rezeki
Tak mengapa
Dililit keterbatasan
Hidup terus dilakoni
Tak ingin jadi pengemis
Tangan, kaki masih berfungsi
Meski dibelenggu kaku
Gusti ora sare
Sepincuk rezeki datang siang ini
4 Desember 2024
Baca juga: Mee, Namaku (3)
Bersandar
Serupa biduk
Terombang-ambing
di tengah penantian
Mencari sandaran
Cinta membeku
Sendiri tenggelam
Seruanku tak terdengar
Tak ada yang ngerti
Impian pun tumbang
Bergelimpang blingsatan
Teriakkan satu nama
Tambatan hati sigarane rasa
Di belahan mana kau ada?
Apakah kalbumu telah berlayar?
Ketika di pesisir aku rindu
Menjauh tak tersentuh
Bintang pun datang
Bukan, aku tak mau sempurna
Selaras saja
Melabuhkan rindu
Lalu moksa
4 Desember 2024
Baca juga: Tetangga
Lakon
Hiruk pikuk hari
Searah kodrat
Pun iradat tak mampu ditolak
Meski nasib bisa diubah
Bekal niat
Menjalani segala
Senyumi badai
Tangga kehidupan
menuju altar tertinggi
Lakoni jalani meski tanpa kaki
Keringat, air mata, siapa tahu jadi mutiara
Tuhan dengar ini keluh-kesah
Kecup kecil pagi tadi di pipi
4 Desember 2024
Baca juga: Tarian Hitam
Anita FN Sunardi, pengarang kelahiran Malang, 15 September 1977. Anak pertama dari pasangan almarhum Sunardi dan Ngatiningsih ini, kini tinggal di Jalan Karya Timur Gang Wonosari, Blok A No. 5 RT 2 RW 19 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Selain menulis, dia juga aktif di organisasi Himpunan Wanita Difabelitas Indonesia (HWDI), dan Lingkar Sosial.
(Editor: Iman Suwongso)

Puisi yg sangat keren, mudah dicerna…
terimakasih atas apresiasinya