Mee, Namaku (6)
Perempuan itu,
Istri Papaku.
Tiada mengeluh
Sebab tahu
Upacara besar itu
Yang hanya berwujud
Sumpah dan janji
Setia itu
Seperti letupan api
Yang seketika padam
Oleh angin
Sentuhannya
Tak terasa oleh
Pori kulit.
Perempuan itu,
Istri Papaku.
Tiada mengeluh
Sebab tahu
Upacara besar itu
Yang hanya berwujud
Sumpah dan janji
Setia itu
Seperti letupan api
Yang seketika padam
Oleh angin
Sentuhannya
Tak terasa oleh
Pori kulit.
Kata Perempuan itu;
“Suatu saat aku melihat
Di ruang makan
Disulap menjadi ruang tamu
Meja makan ditata rapi
Sejumlah laki-laki
Duduk melingkar
Diantaranya aku melihat
Laki-laki itu
Calon suamiku.”
Penampung Papa
Orang totok itu, setotok Papa itu
Punya adik
Perempuan
Serumah
Sering berpapasan dengan Papa
Sering berjumpa
Sering berpandang mata
Sering salah tingkah
Ia
Sering memerah pipinya
Pada larik-larik tayangan sebelumnya, menggambarkan latar tempat Mee lahir, tahun 1950. Kelanjutanya di tayangan berikut. Baca juga: Mee, Namaku (1) Bagian 1 Aku Lahir ke Dunia Bukan Mauku 2. Aku lahir bulan JanuariTapi namaku MeiAslinya MeeNama lahirPemberian orang tuaAsli Tiongkok Baca juga: Hujan 1965, nama Mee jadi masalahHarus diubahMenjadi MeiKalau tidak, bisa jadiTinggal namaMeskipun tetap dipanggil MeeSemua catatan berubah MeiMei dengan mata sipitDan kulit langsat. Aku suka dipanggil MeeLebih gembira dariMendapat hadiah kelahiranMee tak tergantikanMelekatMenancap dalam dadaCatatan sipil boleh menggantiDengan MeiMee tak pernah terhapusDalam jiwakuMee untuk perempuanMee artinya cantikMee perempuan cantikMee membuatkuTak pernah bosanMeliuk di depan cerminCermin yang tertanamDalam hatikuMee. Namaku, Mee. Baca juga: Teman Papaku perantauanJauh sebelum merdekaIbuku jugaKeduanya totokTak ada darah pribumiPada darahku tak mengalirDarah pribumiAku juga totokPapaku totokIbuku totokAku totok. Dua puluh tahunSebelum aku lahirPapaku tak di kota iniMungkin gagal hidupnyaDisanaPindah rantau ke siniIkut orang totok jugaMana bisa dia hidupDengan selain totok?Papaku orang uletTiada waktu tanpa kerjaSeandainya tak butuh tidurSepanjang waktu akan bekerjaTidak ada istilah santaiTidak mengenal leha-lehaIa tak pernah kekurangan pekerjaanApapun dikerjakanHanya butuh bantuanKiranya yang dikerjakanTidak akan selesai,Akan menumpukDi toko orang yang menampungnya.Ia menata daganganMemindah dari gudangMengisi kaleng-kalengYang kosongMengangkat karung-karung Dari becak pengangkutKe gudangMenyapuMencabut rumputTak akan ditemuiSebutir debuDi toko iniBersih. Baca juga: Soal Ingatan Si totok yang menampungnyaSelalu gembiraTak ada wajah tanpa riangApalagi, kerut dahiMata melotot.Papa dipercaya.Si Totok berani meninggalkannyaPergi berhari-hariKe luar kota.Tak ada pekerjaan keteteranTak ada!Tak ada, ibaratnya;Sebutir beras yang hilangTak ada!Aman. Mee hidupDiantara merekaOrang-orang totok.
1950,
Aku lahir
Disini
Ketika udara masih nyenyap
Ketika air masih terasa es
Tak setiap saat asap mengepul
Kobis Seri merupakan rubrik baru di bawah rumpun Sastra kobis.id. Kobis Seri akan tayang di akhir November 2024 ini.