Mee, Namaku (26)
Waktu berputar membuat batas
Pada saatnya pintu akan ditutup
Sudah tak ada orang berkerumun di teras
Semua duduk di kursi menatap layar bioskop
Waktu berputar membuat batas
Pada saatnya pintu akan ditutup
Sudah tak ada orang berkerumun di teras
Semua duduk di kursi menatap layar bioskop
Kalau malam semakin redup
Di dalam kamar tak bisa tidur aku merenung
Apakah harus kuterima menjadi jalan hidup
Di dalam toko tubuh dan pikiran terkurung
Dengarkanlah setiap pesan dari pepatah:
Apapun yang kamu kerjakan pasti ada hasil
Tak selalu datang berlimpah-limpah
Kadang besar, kadang kecil
Prahara sudah mulai menyurut
Sekalipun ketegangan masih dirasa di sana-sini
Kehidupan kami mulai berdenyut
Memulai lagi membuka toko yang terlanjur terbengkalai
Kata Kartini habis gelap terbitlah terang
Apakah akan terjadi padaku dalam mengarungi hidup
Sementara sekarang jalanku masih remang
Belum tahu masa depan akan terbuka apa tertutup
Lihatlah diriku yang tumbuh menjadi remaja matang
Tumbuh pada jalan yang senantiasa dikepung badai
Tak ada angin tenang menerbangkan layang-layang
Aku sudah umur sepuluh
Aku tak kenal Indonesia
Aku belum mendapat suluh
Apalagi mengenal bahasa
sudah kukatakan aku bukan anak bodoh
pandai pula dalam mengarang
meski menghadapi berhitung aku tergopoh
nasibku di sekolah juga malang
katanya aku suka berlari
jalanan diguyur terik matahari
aku sekolah sudah beratus hari
pergi pulang aku sendiri
kemudian aku tahu setiap perjalanan kereta menuju stasiun
punya jadwal keberangkatan, kecepatannya diatur
setiap hidup punya tujuan yang ditempuh bertahun-tahun
tak akan pernah berbalik mundur