Pagi

Pagi

Aku pernah mencintai pagi hari
karena pagi menghadirkan perjumpaan
Aku pernah mengagungkan siang
Karena siang memberikan kehangatan
Aku pernah membenci malam
Karena malam menyadarkan pada kenyataan:perpisahan
Aku pernah menjadi itu semua
Menjadi pagi, siang, dan malammu
Pernah

**

Siang

Aku tak pernah suka tentang siang
Panasnya menyesakkan, kilaunya membutakan
Aku tak sanggup mencintai siang
Karena waktu bertarung dengan detak jam

**

Baca juga: Warti Sang Wartawan

Malam-1

Katanya malam adalah waktu segala hal buruk tiba
Benar saja, malam ini kepalaku berat dan hatiku sesak
Otak berdenyut nafas tersengal, sesuatu mendesak dan berdetak
Namamu menyeruak di antara isak dan hati koyak.

Baca juga: Kebijaksanaan Seorang Maestro

Malam-2

Malam ini adalah malam yang sama
Malam berisi tanda tanya
Malam-malam tanpa malam minggu
Malam-malam tanpa kamu

Malam-3

Aku terobsesi dengan malam
Tiba-tiba banyak hal tentang malam melucuti kesadaran
Membuatku melek keadaan
Malam membawakanku kenyataan, bahwa kamu adalah angan.

 

(Editor: Iman Suwongso)

0 komentar untuk “Pagi”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *