Mee, Namaku (2)

Mee,Namaku (2). Foto/canva.com

Pada larik-larik tayangan sebelumnya, menggambarkan latar tempat Mee lahir, tahun 1950. Kelanjutanya di tayangan berikut. Baca juga: Mee, Namaku (1)

Bagian 1

Aku Lahir ke Dunia Bukan Mauku

2.

Aku lahir bulan Januari
Tapi namaku Mei
Aslinya Mee
Nama lahir
Pemberian orang tua
Asli Tiongkok

Baca juga: Hujan

1965, nama Mee jadi masalah
Harus diubah
Menjadi Mei
Kalau tidak, bisa jadi
Tinggal nama
Meskipun tetap dipanggil Mee
Semua catatan berubah Mei
Mei dengan mata sipit
Dan kulit langsat.

Aku suka dipanggil Mee
Lebih gembira dari
Mendapat hadiah kelahiran
Mee tak tergantikan
Melekat
Menancap dalam dada
Catatan sipil boleh mengganti
Dengan Mei
Mee tak pernah terhapus
Dalam jiwaku
Mee untuk perempuan
Mee artinya cantik
Mee perempuan cantik
Mee membuatku
Tak pernah bosan
Meliuk di depan cermin
Cermin yang tertanam
Dalam hatiku
Mee. Namaku, Mee.

Baca juga: Teman

Papaku perantauan
Jauh sebelum merdeka
Ibuku juga
Keduanya totok
Tak ada darah pribumi
Pada darahku tak mengalir
Darah pribumi
Aku juga totok
Papaku totok
Ibuku totok
Aku totok.

Dua puluh tahun
Sebelum aku lahir
Papaku tak di kota ini
Mungkin gagal hidupnya
Disana
Pindah rantau ke sini
Ikut orang totok juga
Mana bisa dia hidup
Dengan selain totok?
Papaku orang ulet
Tiada waktu tanpa kerja
Seandainya tak butuh tidur
Sepanjang waktu akan bekerja
Tidak ada istilah santai
Tidak mengenal leha-leha
Ia tak pernah kekurangan pekerjaan
Apapun dikerjakan
Hanya butuh bantuan
Kiranya yang dikerjakan
Tidak akan selesai,
Akan menumpuk
Di toko orang yang menampungnya.
Ia menata dagangan
Memindah dari gudang
Mengisi kaleng-kaleng
Yang kosong
Mengangkat karung-karung
Dari becak pengangkut
Ke gudang
Menyapu
Mencabut rumput
Tak akan ditemui
Sebutir debu
Di toko ini
Bersih.

Baca juga: Soal Ingatan

Si totok yang menampungnya
Selalu gembira
Tak ada wajah tanpa riang
Apalagi, kerut dahi
Mata melotot.
Papa dipercaya.
Si Totok berani meninggalkannya
Pergi berhari-hari
Ke luar kota.
Tak ada pekerjaan keteteran
Tak ada!
Tak ada, ibaratnya;
Sebutir beras yang hilang
Tak ada!
Aman.

Mee hidup
Diantara mereka
Orang-orang totok.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *