
Aku menunggumu disini
Setelah sepanjang malam mencari
Di selala-sela tumpukan sajadah dan bilik-bilik fb
Berkelebat sesaat lalu menari
Meninggalkan sunyi kembali
Wahai Engkau yang selalu terjaga di ujung pagi
Aku menunggumu disini
Saat matahari mengiris cakrawala dengan ujung jari
Barangkali ikut berarak warna jingga
Masih menari dengan ayunan gemulai
Aku menunggumu disini
Menggumam dengan embun-embun pagi
Dalam irama liris titi meniti
Sebelum membasuh lembaran-lembaran daun
Dan melepas pengembaraan sepanjang hari
Aku menunggumu disini
Sambil was-was mengili-ngili
Seperti pernah pada hari-hari
Semburat pagi tak menulis grafiti pada
Dinding rumah kami
Aku masih menunggumu disini
Kudapati aku buta tuli
Tak mengerti
Sejak dini suda di sisi.
Baca juga: Pamer Doa Orang Sombong Modal Dasar Maksud Tersembunyi dalam Lipatan Kata-kata
Air Terjun
Aku lagi bersenang senang
Melompat dalam kerumunan
Terbang menari erotis membasuh daun daun
Derai riang dalam gumul
Sebelum sampai senggama lautan
Katamu, aku tak ubahnya tetesan mani.
Baca juga: Dialektika Marx dan Engels
Puisi Kematian
Kata-kata menjelma samurai
Telah merobek perutnya
Ia mati
Di ujung puisi
