Penjaja Panggung

Ditawarkan sebidang panggung
Enam kali sepuluh meter
Dijamin mengudara
Nama dan wajah-wajah
Bonus engagement di media sosial
“anda bakal top!”
Katanya

Antrean mengular
Wajah lebam pupur bedak
Dan laki-laki
Ikut pula bergincu
Ada pula yang menggembol wisky
“ini tips untukmu!” katanya
Tak tahan
Ingin segera orgasme

Tak peduli
Penonton di bawah cemara berciuman
Dalam gerimis
Pengemis tua matanya hampir angslup
Menadahkan kaleng
Anak sekolah pulang tak bersepatu
Sambil menari “hak..e..hak…e….”
Sedang di atas panggung
Tak punya apa-apa
Juga malu
Tak peduli!

Penjaja panggung kipas-kipas
Dalam cuaca membadai.

Baca juga: Jurnalisme Melawan Penindasan

Siapa yang Mengajarimu

Siapa yang mengajarimu
Tentang sopan santun
Keluar masuk rumah orang
Tanpa uluk salam dan sapa
Sambil menebar sampah
Di beranda
Sambil memuja kebudayaan
Yang kau tafsir
Seperti dalam kepalamu
Penuh sampah

Siapa yang mengajarimu
Tentang perjuangan
Tanpa keringat
Hanya melempar-lempar
Jerih payah orang lain
Sambil memalsukan kebudayaan
Yang dikemas, kemudian kau buka sendiri
Sambil teriak
Unboxing!

Siapa yang mengajarimu
Jejak-jejak lusuh itu

Baca juga: Di Warung Kopi

Padang Hitam

Beginilah jadinya, kemarahan yang tidak kau rancang untuk semedi
Pada sebatang rumput yang telah kering kau tinggal melalang
Menyusuri bara yang kau sulut dari sikap kanak-kanakmu
Menghanguskan seluruh waktu yang kau tapaki

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *