Kobis Seri
- Back
- Cerpen
- Puisi
- Fragmen
- Kobis Seri

lebam, lecet, berdarah dan membiru kalau aku berkaca hilang paras ayu mereka tak menunjukkan wajah haru sehari-hari aku menjadi anak...

Apa salahku? Karena aku lahir perempuan? Karena Papa totok? Karena tradisi? Karena aku tidak akan Jadi pewaris? Aku anak-anak Anak...

Aku belum perkenalkan Nama papaku dan mamaku Juga laki-laki pemungut papa, Pak De ku. Papaku Tjoen, Mamaku Tien Pak Deku...

Perempuan itu, Istri Papaku. Tiada mengeluh Sebab tahu Upacara besar itu Yang hanya berwujud Sumpah dan janji Setia itu Seperti...

Kata Perempuan itu; "Suatu saat aku melihat Di ruang makan Disulap menjadi ruang tamu Meja makan ditata rapi Sejumlah laki-laki...

Tentang perkawinan? Perempuan itu tersenyum Meski begitu Ada kaca Dalam matanya.

Penampung Papa Orang totok itu, setotok Papa itu Punya adik Perempuan Serumah Sering berpapasan dengan Papa Sering berjumpa Sering berpandang...

Pada larik-larik tayangan sebelumnya, menggambarkan latar tempat Mee lahir, tahun 1950. Kelanjutanya di tayangan berikut. Baca juga: Mee, Namaku (1)...

1950, Aku lahir Disini Ketika udara masih nyenyap Ketika air masih terasa es Tak setiap saat asap mengepul
