Perkuat Literasi, Kobis Gelar Belajar Menulis Fragmen

Kelompok Belajar Menulis (Kobis) Merajut Sastra, menggelar pelatihan menulis fragmen di Kopi Retjo, Dusun Reco, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jumat (15/11/2024). Foto/Kobis/Emanuel Yuswantoro

Kelompok Belajar Menulis (Kobis) Merajut Sastra, menggelar pelatihan menulis. Kegiatan ini sengaja digelar, sebagai salah satu upaya untuk penguatan budaya literasi untuk anak muda.

Baca juga: Cermin Hatiku

Dalam pelatihan tahap pertama yang digelar di Kopi retjo, Dusun Reco, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, para peserta diajak untuk memahami dan mempraktikkan menulis fragmen. Penulis sastra, Iman Suwongso menjadi fasilitator dalam proses belajar menulis bersama tersebut.

Keseruan sangat terasa, saat proses belajar menulis tersebut. Para peserta, tak sekedar diberikan materi tentang penulisan fragmen. Mereka juga diajak berdiskusi untuk menggali pemikiran tentang fragmen, serta mempraktikkan langsung penulisan fragmen.

Iman mengungkapkan, penulisan fragmen dipilih menjadi materi dalam belajar menulis bersama kali ini, karena merupakan dasar dalam pembuatan cerita. “Fragmen, berkaitan dengan cerita. Bisa juga disebut sebagai penggalan-penggalan cerita. Kekuatan fragmen ada dipenceritaannya,” ujar pendiri Kobis Merajut Sastra tersebut, Jumat (15/11/2024).

Ditambahkan Iman, fragmen merupakan cerita yang terpenggal, dan tidak harus diselesaikan. “Isi fragmen juga tidak harus memiliki pesan khusus, dan belum sampai pada kehadiran karakter tokoh. Selain itu, bisa berisikan deskripsi,” imbuhnya.

Kekuatan fragmen, menurutnya ada pada cara penyampaiannya, serta cara merangkai kalimat. Gagasan penulisan fragmen bisa dari berbagai macam, seperti dari pemikiran dan sudut pandang penulis.

Di Kobis Merajut Sastra, penulisan fragmen menjadi salah satu metode untuk membiasakan diri menulis. “Menulis harus dilatih dan dibiasakan, karena menulis merupakan proses. Sering kali, kita ingin sekali menulis dan hasilnya langsung bagus, hal ini bisa menjadi beban sehingga sulit menuangkan ide,” ungkap Iman.

Dalam kegiatan belajar menulis bersama kali ini, para peserta juga diajak langsung mempraktikkan menulis fragmen. Masing-masing peserta diberi kebebasan dalam menulis fragmen yang diinginkan, lalu dibahas secara bersama-sama.

Baca juga: Kawan

Salah satu peserta pelatihan menulis fragmen Kobis Merajut Sastra, Nila mengungkapkan, sangat senang bisa belajar menulis secara bersama-sama karena bisa memiliki semangat. “Belajar menulis bersama ini sangat bermanfaat, karena bisa menjadi semangat kolektif dan bercermin untuk menguji tulisan kita,” tegasnya.

3 komentar untuk “Perkuat Literasi, Kobis Gelar Belajar Menulis Fragmen”

  1. Kadang orang mengalami kesulitan ketika akan menuangkan ide-ide yang ada pada fikiranya (seperti saya ini). Berlatih menulis seperti ini akan menjadikan tulisan lebih berkualitas enak dirasa -baca- dan menarik.
    PENGEN IKUT !!!
    🙏🙏🙏

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *