Waktu Berhenti di KPPN Malang, Benda Bersejarah 17 Museum Ungkap Peradaban Manusia

Berbagai lukisan kuno, dan benda-benda bersejarah dari 17 museum di Indonesia, dipamerkan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang. Foto/Kobis/Emanuel Yuswantoro

Jari-jari mungil Habibi (11) mencoba menekan papan ketik yang ada di hadapannya. Dia dengan riang mencoba menekan setiap huruf yang ada di papan ketik tersebut. Saat setiap huruf di papan ketik itu ditekan, muncul suara mekanik yang sangat khas.

Baca juga: Boneka Kelinci

Pelajar SDN Sukun 1 Kota Malang tersebut, masih saja penasaran dengan mesin ketik manual yang ada di hadapannya. Suara gemertak saat huruf-huruf dalam papan ketik ditekan, membuatnya terheran-heran.

“Om…om…ini kalau salah tidak bisa dihapus ya?,” suara lantang Habibi memecahkan keheningan ruang pamer di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang. Pernyataan bocah belasan tahun tersebut, langsung disambut tawa petugas museum yang sedang berjaga.

Bagi Habibi, mesin ketik manual menjadi barang unik yang belum pernah dilihatnya. Dia lebih akrab dengan papan ketik layar sentuh di ponsel atau komputer. Meskipun susunan hurufnya sama, namun bagi Habibi menggunakan mesin ketik manual tersebut menjadi pengalaman unik baginya yang lahir di masa mesin ketik tak digunakan lagi.

Mesin ketik manual tersebut, sengaja dihadirkan dalam Pameran Museum Indonesia di KPPN Malang. Pameran yang diikuti oleh 17 museum di Indonesia tersebut, sengaja digelar dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia.

Dilansir dari laman kemdikbud.go.id, Hari Museum Indonesia diperingati setiap 12 Oktober. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari museum, karena menjadi hari yang bersejarah bagi permuseuman di Indonesia, yakni untuk pertama kalinya digelar Musyawarah Museum se-Indonesia di Yogyakarta, pada 12 Oktober 1962.

Dari data Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud, saat ini terdapat sebanyak 439 museum di Indonesia. Jumlah museum tersebut sangat banyak, karena Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beranekaragam.

Sebagai upaya untuk melestarikan dan pemajuan kebudayaan melalui museum, pemerintah juga telah menerbitkan aturan sebagai wujud memajukan museum, yakni melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 66/2015 tentang Museum.

Ketua Asosiasi Museum Indonesia Daerah (Amida) Jatim, Dwi Cahyono mengatakan, pameran benda museum dari 17 museum di Indonesia ini, digelar sebagai peringatan Hari Museum Indonesia. “Kebetulan penetapan Hari Museum Indonesia ini, dilakukan pada Musyawarah Museum Indonesia pada 2015 di Kota Malang,” tuturnya.

Dia berharap, melalui pameran benda museum ini akan semakin menarik minat masyarakat untuk belajar tentang sejarah dan peradaban manusia. “Masyarakat bisa belajar tentang sejarah dan peradaban melalui museum. Kami juga menggelar seminar, kunjungan ke museum, serta museum mengajar, untuk semakin menarik minat masyarakat,” ujar Dwi yang juga menjadi Ketua Panitia Hari Museum Indonesia.

Salah satu peserta pameran benda museum di KPPN Malang, adalam Museum Geologi Bandung. Koleksi Museum Geologi Bandung sangat menyedot perhatian masyarakat, karena menghadirkan berbagai jenis batuan dari bumi Indonesia. “Ini bukti kekayaan bumi Indonesia. Di mana di dalamnya terdapat beragam batuan dan mineral,” ungkap petugas Museum Geologi Bandung, Silvia.

Baca juga: Senja

Silvia mengaku, selama ini Museum Geologi Bandung terus melakukan upaya pengembangan agar menarik minat masyarakat dalam untuk belajar ke museum. Berbagai inovasi dilakukan, seperti menggelar berbagai kegiatan edukasi di museum yang melaibatkan masyarakat, hingga membuka layanan kunjungan malam hari.

Inovasi itu terbukti efektif, di mana saat ini Museum Geologi Bandung selalu diserbu ribuan pengunjung. Silvia menyebut, setiap harinya jumlah pengunjung Museum Geologi Bandung dibatasi maksimal dua ribu pengunjung. “Kalau tidak dibatasi, bisa mengalami kepadatan pengunjung di dalam museum. Rata-rata yang berkunjung pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Mereka belajar tentang batuan dan mineral,” ungkapnya.

0 komentar untuk “Waktu Berhenti di KPPN Malang, Benda Bersejarah 17 Museum Ungkap Peradaban Manusia”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *